Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

19 December, 2012

Jangan Malu Jadi Orang "ANEH"


Bismillahir-Rahmanir-Rahim...


“Dunia memang aneh”, Gumam Pak Ustadz


“Apanya yang aneh Pak?” Tanya Penulis yang fakir ini..

“Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan,sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilakumenyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”



“Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami” Kata Pak Ustadz.


Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz,menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangiandan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 200 M dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yangsedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya”

“Aduh, tumben nih rapi banget, kayak pak ustadz. Mau ke mana, sih?” Tanyaibu muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapiketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di atas, menjadi sesuatu yanglain rasanya…

“Kenapa orang yang hendak pergi ke masjid dengan pakaian rapi dan memangsemestinya seperti itu dibilang “tumben”?

08 August, 2012

KISAH BERSEDEKAH KEPADA SEEKOR KUCING


Syaikh ‘Abdul Hadi Badlah, Imam Masjid Jami’ur Ridhwan di Halab Syiria, pernah bercerita, “Di awal pernikahanku, Allah telah menganugerahkan kepadaku anak yang pertama. Kami sangat bergembira dengan anugerah ini. Akan tetapi, Allah Azza wa Jalla berkehendak menimpakan penyakit yang keras kepada anakku. Pengobatan seakan tak berdaya untuk menyembuhkannya, keadaan sang anak semakin memburuk, dan keadaan kami pun menjadi buruk karena sangat bersedih memikirkan keadaan buah hati kami dan cahaya mata kami. Kalian tentu tahu, apakah artinya anak bagi kedua orang tuanya, terutama ia adalah anak yang pertama!!

Perasaan buruk itu menyeruak di dalam hati, karena kami merasa tak berdaya memberikan pengobatan bagi penderitaan anak kami!!

Sehatnya kita memang merupakan perintah Allah dan ketentuan-Nya, namun kita memang harus mengambil langkah-langkah pengobatan dan tidak meninggalkan kesempatan atau sarana apa pun untuk mengobatinya.

10 May, 2012

Berkaca Pada Alam


  
Jika kita perhatikan batu-batu yang bertengger dipinggiran sungai, terkadang kuyup oleh sentuhan genit air-air sungai yang menghampiri walaupun mereka terus berjalan. Namun untuk beberapa lama batu-batu itu mengering oleh sinaran matahari yang menembus dari celah-celah dedaunan. Silih berganti air dan matahari menyapa bebatuan yang tak pernah bergeser dari tempatnya, sebelum perubahan alam atau tangan manusia yang menghendakinya berpindah. Kemudian jika terlihat satu sisi dari batu itu yang terus menerus lembab, yang kemudian lumut hijau nan cantik menghiasi seluruh sisi permukaan itu, artinya sinar matahari tak pernah singgah diatasnya. Batu, air sungai dan sinar matahari itu mengajarkan kepada kita tentang banyak hal. Kepasrahan batu-batu menerima air dan sinar matahari, adalah cermin keikhlasan. Dan keteguhannya untuk tetap ditempatnya, adalah kesabaran. Lumut hijau di sisi batu yang tak tersinari matahari adalah petunjuk arah jalan.

KERENDAHAN HATI

Puisi yang tidak pernah lekang oleh waktu dari Abah Iwan Abdurahman (WANADRI)..
Puisi ini memberikan Motivasi yang dalam kepada saya… berikut Puisinya:

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit,jadilah saja belukar tetapi belukar terbaik yang tumbuh di tepi danau.

Kalau engkau masih tak sanggup menjadi belukar,jadilah saja rumput tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan.


Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah saja jalan setapakTetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air.


Tidak semua orang akan menjadi kapten, tentu harus ada awak kapalnyaBukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimuJadilah saja dirimu sendiri sebaik-baiknya dari nilai dirimu sendiri

08 May, 2012

Lima Diabaikan, Lima Kerugian


Subhanallah, ternyata Islam diciptakan dalam poros keseimbangan yang luar biasa. Banyak bukti dan contoh yang bisa menjadi saksi. Salah satunya hadits di bawah ini. "Barang siapa mengabaikan lima golongan, maka ia akan mengalami lima kerugian." (HR. Muslim) Mau tahu lima golongan itu?


Ulama
Barang siapa yang meninggalkan ulama, maka manusia akan mengalami kerugian dalam sisi agama. Secara sederhana bisa dengan mudah kita pahami. Saat ramadhan datang misalnya, tanpa peran ulama yang menjelaskan berbagai fadhilah dan keutamaan bulan Ramadhan, niscaya tak banyak pahala yang kita dapatkan. Saat kita akan menunaikan ibadah ke tanah suci. Tanpa peran ulama, kebingungan dan berbagai tuntutan pasti tak akan terpegang. Atau hal kecil saja, tanpa peran ulama, kita tak pernah tahu bahwa memberi senyum pada saudara adalah pahala.


Belajar pada Kupu-kupu


" Satu hari, muncul celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria sedang duduk dan memperhatikan kupu2 tersebut berusaha dengan keras mendorong tubuhnya keluar melalui lubang kecil tersebut selama beberapa jam.
Kemudian, tampaknya usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Terlihat seolah-olah usaha tersebut sudah mecapai satu titik dimana tidak bisa pergi lebih jauh lagi

04 May, 2012

KUNCI MENGAHADAPI MASALAH


Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik adalah rangkaian masalah. Setiap manusia pasti mempunyai masalah bermacam-macam, ingin  tahu kuncinya bagaimana menghadapi masalah??
Kuncinya adalah HHN,
1. Hadapai
2. Hayati
3. Nikmati

Karena ALLOH  SWT memotivasi kita 2 kali agar selalu optimis dalam menghadapi setiap permasalahan.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu, ada kemudahan”
Q.S. Alam Nasyrah, ayat 5-6

Karena ketika kita menghapi 1 kesulitan terdapat 2 kemudahan..
Karena ketika kita menghapi 1 kesulitan terdapat 2 kemudahan..


02 May, 2012

LUCU YA...


Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di mesjid tetapi betapa cepatnya waktu berlalu ketika kita menikmati pemutaran film di bioskop.

Lucu ya, betapa susahnya kita merangkai kata untuk dipanjatkan ketika berdoa atau sholat, tetapi betapa mudahnya kita mencari bahan obrolan ketika bertemu teman.

Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu pertandingan bola favorit kita, tetapi betapa bosannya bila iman shalat tarawih bulan ramadhan kelamaan bacaannya.

Hadiah terindah untuk orang yang kita sayangi

Berbagai jenis hadiah banyak dijual dipasaran, namun hadiah ini tidak dijual bebas di pasaran tetapi kita bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membelinya, kadonya itu yaitu:
SENYUMAN
                Senyuman,terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?
MENDENGAR
                Sedikit orang yang mampu memberikan hadiah ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
KEHADIRAN
                Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah hadiah yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat,telepon, foto atau faks.